Oleh: fatkhurrohim | April 12, 2008

Kerajinan Kristik Yang kian Langka

Sajadah KrestikHidup di Jakarta, jika tidak pandai membaca celah bisnis, maka akan tergusur. Anda mau membantu pendapatan sang suami, atau Anda ingin menambah uang penghasilan untuk biaya kehidupan sehari-hari, tidak perlu capek dan beijazah tinggi? Cobalah anda mempelajari bisnis kerajinan tangan yang berasal dari negara Belanda, namanya Krestik. Bisnis kerajinan krestik ini hanya membutuhkan ketelitian, telaten, rajin, dan perlu pintar.

Krestik, merupakan seni kerajinan sulam yang di Indonesia sudah mulai jarang ditemukan. Padahal pada tahun 1958 di Sumatera Utara, krestik merupakan produk kerajinan yang memiliki gengsi dan status sosial yang tinggi, bahkan sempat menjadi tren house ware saat itu. Rustilina Sinaga Hutadjulu, salah satu pengembang bisnis mandiri di jalur seni sulam mengatakan, seni kristik itu berasal dari negara Belanda. Dulu, gadis-gadis di Sumatera Utara, rata-rata bisa membuat usaha ini, dan saling berlomba-lomba membuat motif kresstik. “Dan, kresstik sempat menjadi tren, dan kebanggaan, saat itu” tambah nya.

Menerjuni bisnis ini, memang hanya dibutuhkan ketelatenan. Pasalnya, hanya dengan modal Rp. 300.000, dapat menghasilkan laba antara Rp. 2-3 juta. Coba anda bayangkan, dengan bahan baku 2 meter atau setara dengan nilai Rp. 60.000, sudah cukup membuat tamplak meja makan dengan laba hampir 300 persen. Sulaman kresstik ini, satu-satunya sulaman yang memiliki nilai jual tinggi dan secara artistik pun lebih halus bila di bandingkan dengan jenis sulaman yang lain. Any, sapaan akrab Rustilina Sinaga Hutadjulu menuturkan, bahwa sulaman kresstik ini satu-satunya sulaman yang tidak dapat diaplikasikan dengan peralatan mesin.

Oleh karena itu, harga sulaman kresstik jauh lebih mahal, ketimbang sulaman yang teraplikasi dengan mesin. “Saat itu saya bingung, untuk mengambil keputusan sulaman apa yang cocok untuk dikembangkan secara bisnis dan memiliki nilai artistik. Sulaman pipih sudah pakai mesin, sulaman isi dan flanel pun sudah bisa pakai mesin. Satu-satunya sulaman yang belum pakai mesin adalah sulaman kristik. Jadi jatuhlah pilihan saya ke sulaman kresstik, selain mendapatkan kepuasan nilainya pun tinggi,” terang Any, pensiunan guru dari SMU N 156 Jakarta Pusat.

s4010006.jpgDalam menerjuni bisnis ini, Rustilina mengawali oreder dengan produk-produk yang lebih kecil, seperti tempat tisu, alas telpon, dan tempat alas kaki. Setelah sukses, Rustilina dengan brand produk Any Kresstik ini membuat yang lebih besar seperti tamplak meja, sarung bantal, satu set sarung bantal kursi, dan bad cover. Dalam perkembangannya zaman, sulaman kresstik ini tidak hanya stag terhadap kebutuhan pasar. Buktinya, beberapa aplikasi warna benang dan motif sulaman yang paling sulit pun bisa diselesaikannya dalam hitungan bulan. Memang terkesan lama, untuk menghasilkan sebuah produk sulaman kresstik ini. Hal ini dapat dimaklumi, karena proses produksinya yang secara handmade. Lihat saja, untuk menghasilkan sebuah produk bad cover dan taplak meja besar yang kaya motif dan warna, bisa menghabiskan waktu sekitar empat bulan. terjadi karena dalam Tergantung dari motif, besarnya, dan warnanya. “Semakin kaya motif, dan warna maka akan lama. Karena memerlukan waktu untuk gonta-ganti benangnya. Akan tetapi hasilnya jauh lebih cantik, halus dan selalu uptodate,” Any, menjamin.

Letak dan kunci sukses dalam menerjuni bisnis ini selain telaten, update atas segala motif dan aplikasi houseware, hal yang tidak kalah penting adalah memperhatikan desain yang diingini pasar. “Kalau sedang booming gambar dan desain tertentu di pasaran, saya langsung bikin. Kadang desain pun datang dari klien,” ujar Any, Antusias.

About these ads

Responses

  1. hai… menarik deh tentang kerajinan kristik ini. bolehkah di japri alamat dan nomer kontaknya mas? trims b4….
    silvi.junaidi@gmail.com
    0818121807

  2. minta nomer kontaknya ibu Rustilina Sinaga Hutadjulu, doong…

    surabi_pyimut@yahoo.com
    08998053895

    trims


Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: