Oleh: fatkhurrohim | Januari 13, 2009

Meeting Room Dalam Balutan Kemewahan Hotel Berbintang Lima

hotel2Sebuah keramah tamahan yang dipadu dengan kualitas kemewahan hotel berbintang lima, menjadi jaminan Sheraton Media Hotel & Towers di utara Jakarta dalam meberikan layanan penghuninya. Adanya paradigma bahwa semua identitas life style baik hotel, entertainment, hingga khasanah kuliner selalu berada di selatan Jakarta, tidak seutuhnya benar. Buktinya, semua identias tersebut dapat di temukan dalam satu tempat, yakni Sheraton Media Hotel.

Bambang Setyawan, selaku Marketing & Communication Manager, Sheraton Media Hotel, mengatakan, Sheraton, menawarkan keramah-tamahan di jantung utara Jakarta dengan 350 kamar termasuk Club Suites, Executive Suite, Presidential Suite dan sebuah Penthouse yang mengagumkan. Kemewahan, sudah terasa sejak Anda membuka pintu kamar hotel. Identitas kemewahan hotel bertaraf bintang lima itu, tertata secara apik nan artistik di ruangan kamar Anda menginap.

towers-room-1Penyejuk ruangan, akan menyapu sekeliling ruangan kamar. Televisi berwarna dengan jalur TV Kabel, dapat menemani suasana santai di kamar Anda. Jaringan tv kabel yang tersedia, akan menghantar Anda ke sebuah saluran film-film yang seru, event olahraga dunia, dan musik, akan memanjakan Anda dalam melepas penat setelah seharian bekerja. Mini-bar, lemari es, dan fasilitas mesin pembuat minuman kopi dan teh, meja kerja, 24 jam pelayanan in-room dining, in-room safe, membuat Anda semakin betah di kamar untuk santai dan atau mencari tempat yang nyaman untuk menyelesaikan pekerjaan.

Sheraton Media Hotel & Towers yang masuk dalam jaringan bisnis Starwood Hotel & Worldwide ini, adalah satu-satu nya hotel berbintang lima di Jakarta Utara. Hotel ini pun, memberikan layanan kamar khusus bagi para pelaku bisnis di lantai lima. The Exchange Business Center, memiliki sebuah kamar yang luas dan nyaman. Di kamar ini pula, Anda berhak mendapat layanan pribadi dari hotel Sheraton.

Berbagai Varian Tempat Untuk Rileksasi

poolSetelah puas menikmati kemewahan dan kenyamanan diruangan hotel, Anda pun bisa menikmati berbagai fasilitas lain yang ada di hotel ini, mulai dari dining, entertainment, hingga fasilitas leisure. Sheraton Media Hotel & Towers, banyak memberikan seperti fasilitas restoran, spa, club, hingga kafe yang berstandar internasional dan authentic.

Menurut Bambang, Sheraton Media Hotel & Towers siap memanjakan anda dengan pilihan tempat makan yang menawan di beberapa outlet Food & Beverage. Di lobby bawah, terdapat The Deli Cake Shop yang menyajikan berbagai macam fresh baked bread, cake dan cookies. Kemudian, ada pula Oasis Lounge, yang terletak di area lobby. Di Oasis Lounge, Anda akan dibawa ke nuansa yang penuh romasntisme tersendiri. Sembari menikmati aneka minuman dan makanan ringan, tekanan elektone piano akustik dari jari seorang pianis pada malam hari, menciptakan ritme musik yang damai nan sentimentil.

pressroom1Bagi Anda pecinta kuliner khas Cina dan Thailand, hotel ini pun menyajikan menu-menu khas cantonese bisa didapat di Dragon Court Chinese Restoran yang berada di lobby. Selain itu, jika Anda menginginkan nikmatnya manis asam kuliner khas Thailand, Anda bisa beranjak ke lantai lima di Restoran Sukhothai. Menurut Bambang, Restoran Sukhothai ini, menjadi satu-satunya restoran di hotel berbintang yang mendapatkan penghargaan sebagai authentic food makanan khas dari negara Thailand.

Bersebelahan dengan restoran ini, kata Bambang, terdapat Breeze Café, restoran internasional, yang menyediakan berbagai pilihan masakan khas Indonesia, Western dan Continental sepanjang hari. Di restoran ini menu bisa dikemas dalam berbagai hal, mulai dari prasmanan dan a la carte untuk untuk Anda nikmati, dengan menikmati bening dan sejuknyanya kolam renang, yang berada persis disamping restoran.

Venue Meeting

ballroom-classroomSemenjak gaung industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE) kian bergema, industri perhotelan pun kian berbenah. Salah satu senior industri MICE dari Indonesia Congress & Convention Association (INCCA), Iqbal Alan Abdullah, mengatakan, bahwa hampir 90 persen kegiatan meeting berlangsung di industri perhotelan. Itu sebabnya, semenjak tahun 2000, banyak industri perhotelan mulai melengkapi fasilitas meeting yang ada di hotelnya. Tidak terkecuali Sheraton Media Hotel & Towers.

Vincentia Maria, selaku Mice & Banquet Director Sheraton Hotel, mengatakan, saat ini kami sedang menambah ruangan fasilitas meeting room di lantai tujuh. Hal ini tidak terlepas dari memboomingnya kegiatan meeting yang dilakukan oleh para pelaku bisnis dan instansi pemerintahan. Sebelumnya, di lantai tujuh hotel ini, telah memiliki lima meeting room. Lebih unik lagi, beberapa meeting room yang ada di hotel sheraton menggunakan istilah-istilah yang selalu melekat di ranah media.

ballroom-theatre-styleKendati demikian, ruangan tersebut ternyata masih kurang untuk mengakomodasi para tamu untuk meeting. Kemudian, ditahun 2008 kemarin, Sheraton merenovasi beberapa ruangan di lantai tujuh untuk ditambah mejadik lima meeting room lagi. Sehingga, di lantai tujuh akan memiliki total 10 meeting room. “Renovasi yang dilakukan telah selesai, dan pada awal tahun 2009, kami sudah memasarkan secara keseluruhan meeting room yang ada di lantai tujuh,” ucap Vincentia.

Vincentia Maria atau akrab disapa dengan Tia mengatakan, Hotel Sheraton ini memiliki satu ball room utama yang terletak di lantai empat, dan meeting room yang ada di lantai tujuh. Ballroom yang ada di lantai empat bisa dimanfaat menjadi lima ruang meeting room, dengan ukuran yang lebih besar bila dibandingkan dengan yang ada di lantai tujuh. Di ballroom utama, yaitu media ballroom bisa dipartisi menjadi tiga ruang meeting room utama.

ballroom-ushape1Di lantai empat ini, Jurnalist Room memiliki kapasitas paling luas, yaitu 31,6 m X 9,7 m. Luas ruangan tersebut dapat menampung 600-800 orang standing Party, atau 250 orang jika dibuat menjadi round table, 150 orang untuk Classroom dan 400 orang bila dikemas secara theaterbuat. Kemudian ruang meeting terbesar kedua di media ballroom adalah Publisher, dengan ukuran 21,2 m X 9, 7 m. Dengan ruangan tersebut, bisa menerima kapasitas 400 orang untuk standing party, 1500 orang buat round table, 100 orang classroom, dan 300 orang bila di kemas secara theater.

Kapasitas yang agak lebih kecil dari keduanya di Media Ballroom adalah Headline Room. Ruangan yang memiliki luas 10,5 m X 9,7 m ini, dapat menampung 150 orang buat standing party, 60 orang untuk round table, 50 orang buat classroom, dan hanya 75 orang bila dikemas kedalam bentuk theater. Sedangkan diluar ballroom utama, masih ada dua ruangan meeting room yaitu Ress Room dan Editor Room. Kedua ruangan tersebut memiliki kapasitas yang sama, diantaranya 30 orang untuk round table, maksimal 15 orang untuk classroom, dan 40 orang untuk theater.

Sementara itu, untuk 10 meeting room yang ada di lantai tujuh, hampir memiliki kapasitas daya tampung yang sama. Masing-masing meeting room yang memakai nama Studio 1-10 ini, untuk daya tampung standing party maksimal mencapai antara 50-60 orang. Kemudian, untuk conference antara 35-50 orang, untuk classroom daya tampungnya yaitu 40 orang, sedangkan 50-80 orang bila disetting theater.

Sheraton Hotel pun memberikan lima varian paket harga meeting yang kompetitif untuk sekelas hotel berbintang lima. Varian harga tersebut telah dikemas berdasarkan kebutuhan yang ada. Diantaranya adalah, paket Half Day mematok harga Rp. 185.000 per orang, untuk paket full day sebesar Rp. 210.000 per orang, ada juga paket meeting plus dinner biayanya Rp. 350.000 per orang, selain itu untuk paket Half day plus coffe break dihargai per orangnya sebsar Rp. 140.000 dan yang terakhir paket small group sebesar Rp. 270.000 per orangnya.

Setelah, menjalani aktivitas meeting selama seharian penuh, sudah barang tentu, Anda akan membutuhkan ruang untuk menghibur diri dan atau sekedar menyalurkan hobi seperti menyanyi ada di lantai tiga. Menurut Bambang Setyawan yang mendampingi Vincentia Maria mengatakan, di lantai tiga terdapat International Yacht Club, tempat yang sangat cocok untuk melepaskan kepenatan dari rutinitas kerja seperti meeting. Pasalnya, di club ini, Anda bisa menikmati hiburan dengan berbagai fasilitas, seperti karaoke, musik live, pub dan diskotik. “Dan ruangan ini pun, bisa disetting untuk ruangan meeting, bila semua tempat meeting room telah penuh semua,” ulas Tia.

Oleh: fatkhurrohim | November 23, 2008

Tenun Eksotik Itu Dari Indonesia

Mengangkat Tenun Menjadi Trend Fashion

Ketika hegemoni barat menguasai fashion dunia dengan segala bentuk design dari yang modern hingga yang ekslusive merasa jenuh, mereka pun mulai merambah hal baru yang berbau eksotik. Sesuatu yang eksotik itu, merupakan hasil seni, budaya, dari alam dan ramah lingkungan. Dan yang eksotik itu, ada di Asia, terutama Indonesia yang menyimpan jutaan khasanah warisan budaya.

Merdi Sihombing, salah satu satu fashion designer yang konsen atas satu bahan baku etnik yang bernama tenun, mengatakan, sekarang ini dunia modern melirik Indonesia. Barat yang menjadi kiblatnya fashion dunia, sudah merasa jenuh dengan konsep design modern, dan mereka berlaih ke nuansa eksotik.

Nuansa eksotik ini, menurut Merdi, hanya terdapat di Asia, dan Indonesia mempunyai

aneka corak motif yang paling kaya diantara negara lain. Sayangnya, para fashion

designer Indonesia belum menyadari akan potensi negaranya sendiri. Fashion designer

Indonesia masih menganggap bahwa barat adalah kiblatnya fashion, termasuk tren

fashion yang mereka buat.

“Indonesia hanya mengekor. Dan saya tidak tahu apakh Indonesia bisa menciptakan tren design sendiri, padahal potensi itu banyak. Kalau pun mungkin terjadi, hal itu memerlukan kepercayaan yang sangat tinggi, dan didukungan oleh kepercayaan masyarakat ketika akan menggunakan ciri khas Indonesia,” urai Merdi.

Dalam beberapa hal, Indonesia selalu kalah dalam melakukan hal inovasi produk warisan budaya dengan negara lain. Terutama Malaysia. Malaysia, menurut Merdi sudah dapat mengangkat batik ke tren fashion dunia. Merdi kembali menjelaskan, Malaysia berani memanggil fashion designer kelas dunia, Armany, untuk membawa batik Malaysia untuk dijadikan koleksi designya di Milan, Italia.

Tenun Indonesia Nan Eksotik

Indonesia yang tumbuh diatas ke-etnisan seni dan budaya, merupakan suatu berkah tersendiri. Dari keberagaman seni dan budaya ini, Indonesia bisa memiliki warisan budaya yang konon terkenal adi luhung, mulai dari kain dan kerajinannya. Itu pula yang menyebabkan Merdi Sihombing, cinta akan Indonesia, termasuk hasil karya seni dan budayanya. Terutama tenun.

Merdi Sihombing, dalam beberapa tahun ini, mengungkapkan ketertarikannya akan tenun dikarenakan etniknya. Dan dibalik sehelai tenun itu, tercakup sebuah makna seni dan budaya yang berbeda-beda, tergantung dari mana tenun itu berasal. Selain itu, menurut Merdi, tenun Indonesia, merupakan tenun yang terbaik di dunia. Hasil dari kecintaanya terhadap tenun, Merdi dapat mengangkat tenun dari suku Badui dan tenun Lamak Lauk dari pedalaman Jambi, menjadi sebuah busana yang elegan, ekslusif dan ecofriendly atau ramah lingkungan.

Indonesia itu, menurut Merdi, sebenarnya kaya akan ragam tenun, bukan batik. Kalau batik, hanya berada di pulau Jawa, berbeda dengan tenun. “Tenun ini, hampir semua wilayah ada, kecuali Papua. Batik yang ada di luar pulau Jawa itu kan hanya motif, pembatiknya dari Jawa. Berbeda dengan tenun. Kalau tenun, dimana dia berasal pasti disitu ada perajinnya,” tambahnya.

Indonesia memiliki jenis tenun yang beragam, baik motif , coraknya maupun keuniknya. Merdi menjelaskan, tenun ikat. Tenun ini, mengikat benang-benangnya dalam bentuk lungsi atau vertical yang dipakai di beberapa daerah, seperti ulos. Kemudian ada tenun ikat pakan. Tenun ini pengembangan dari tenun ikat, karena bentuknya yang horizontal.

Kemudian Indonesia pun, mempunyai tenun ikat double yaitu paduan antara tenun ikat lungsi dan tenun ikat pakan. Tenun ikat double ini, menurut Merdi hanya terdapat di Gringsing, Bali. Tenun ikat double ini, merupakan 3 keajaiban tenun di dunia, yang tersebar di Patola, India, Jepang dan ke tiga di grinsing, Bali. Dan tenun ikat double dari Grinsing, Bali adalah yang terbaik di dunia. (Fatkhurrohim)

Oleh: fatkhurrohim | Oktober 11, 2008

New Branding pentawira

Meretas Asa Dari Sebuah Logo Baru

Kamis malam, tanggal 28 Agustus, 2008, pelataran Penta Wira, yang selalu dipenuhi dengan perlengkapan untuk mengkonstruksi stand atau both, telah berubah, menjadi sebuah tata ruang out door yang begitu apik. Warna hitam dan gemerlap lampu di seluruh sisi pelataran menyapa secara anggun ke seluruh tamu undangan yang hadir malam itu.

Dengan dibalut aroma minimalis dan sentuhan modern, konsep layout dalam tata ruang malam itu, semakin meneguhkan sebuah konsep tata ruang dari hasil sebuah pemikiran tim kreatif yang dinamis nan imaginatif. Sebuah desain out door, yang mungkin belum dipikirkan oleh para pelaku desain kontraktor pameran lain, ketika akan menghelat sebuah acara pribadi bagi suatu perusahaan.

Dua buah lorong dengan ukuran kurang dari 10 meter, dijadikan sebagai pintu masuk utama tampak begitu natural dan elegean. Balutan kain hitam, temaramnya lampu dalam ukuran what yang kecil, dan deretan gambar pada dinding lorong, menjadi hiasan yang mengundang rasa decak kagum para tamu undangan yang hadir malam itu.

Begitu lah sedikit rasa yang timbul dari sekian banyak kekaguman dari hasil sebuah karya kreatif, yang ditampilkan oleh Pentawira, sewaktu menghelat acara grand louching new branding Pentawira. Dihadapan para tamu undangan, seperti stake holders, Vendor, suplier, klien, dan kolega bisnis di ranah exhibition, Egi Kristian selaku Presiden Direktur Pentawira menyanpaikan ucapan terimakasih yang mendalam, ke para tamu undangan yang selama ini begitu setia terhadap pentawira.

Egi, menambahkan, berkat koreksi, masukan, dan support yang diberikannya, menjadikan pentawira terus berkembang. Tanpa dukungan dan suport dari mereka, lanjut Egi, pentawira tidak akan menjadi seperti yang sekarang ini.

Pentawira Akan Tetap di Jalur Stand Kontraktor

Egi, menuturkan, ide rebranding logo baru ini, sebenarnya sudah membuncah sejak lama, atau tepatnya pada tahun kedelapan sejak awal berdirinya pentawira. Akan tetapi oleh karena sesuatu hal, niat itu endapkannya. Diurungkanya niat baik itu, karena di tahun kedelapan berdirinya pentawira, sedang fokus untuk pindah tempat dari areal JIExpo. Dan ini, mmenurut Egi, memerlukan konsentrasi dan dana yang sedikit.

Dijelaskan pula oleh Egi, sebenarnya, tidak ada perubahan logo yang benar-benar baru, akan tetapi lebih kepada penyempurnaan. Kalau dulu, brand dari PENTA WIRA itu terpisah, kini kata tersebut digabungkan, menjadi pentawira. Tampilan font dalam logo baru pun mengalami perubahan, logo baru tampak lebih dinamis dengan tampilan font kecil. Tampilan ini, sangat kontras dengan font pendahulunya, yang menggunakan font kapital.

Di malam itu pun, Egi menegaskan kepada para sejumlah tamu undangan, bahwa pentawira, ingin tetap fokus kor bisnisnya, yaitu stand kontraktor. “Pentawira tidak pernah akan tergoda, untuk mendirikan usaha lain seperti Exhibition Organizer, atau pun Hall Owner. Pentawira ingin dikenal sebagai stand kontraktor yang terbaik,” ungkap Egi.

Angka 8 dan New Spirit Pentawira

Ada yang menarik, pada malam peluncuran logo baru Pentawira malam itu. Dengan senyuman dan ketawa kecil yang menyapa para tamu undangan, Egi, bertutur tentang angka 8 dibalik pesta kecil nan meriah itu. “Terinspirasi dari Olimpiade Beijing, Cina, yang menggunakan angka 8 sebagai moment, dan saya sangat tergoda untuk mengikuti hal serupa. Maka dipilihlah jam 8 malam tanggal 8, bulan 8, dan tahun 08, untuk meluncurkan logo baru ini,” terang Egi, yang disambut riuhan taawa dan tepuk tangan para tamu undangan.

Egi, menuturkan, ide rebranding logo baru ini, sebenarnya sudah membuncah sejak lama, atau tepatnya pada tahun kedelapan sejak awal berdirinya pentawira. Akan tetapi oleh karena sesuatu hal, niat itu endapkannya. Diurungkanya niat baik itu, karena di tahun kedelapan berdirinya pentawira, sedang fokus untuk pindah tempat dari areal JIExpo. Dan ini, mmenurut Egi, memerlukan konsentrasi dan dana yang sedikit. Baru pada tahun ini, atau pada tahun ke 15, keluarga Pentawira baru berani meluncurkan logo terbarunya.

Dijelaskan pula oleh Egi, sebenarnya, tidak ada perubahan logo yang benar-benar baru, akan tetapi lebih kepada penyempurnaan. Kalau dulu, brand dari PENTA WIRA itu terpisah, kini kata tersebut digabungkan, menjadi PENTAWIRA. Tampilan font dalam logo baru pun mengalami perubahan, logo baru tampak lebih dinamis dengan tampilan font kecil. Tampilan ini, sangat kontras dengan font pendahulunya, yang menggunakan font kapital.

Kemudian, tagline yang dulunya itu bertuliskan International Exhibition Contractor, kini berubah menjadi, design, build, exhibit. “Kalau tagline yang dulu, saya kira sudah umum, dan sudah dikenal. Oleh karena itu, kita ganti dengan tagline baru, dengan maksud dan tujuan bahwa Pentawira ingin lebih fokus di design, build dan exhibit,” ungkap, Egi.

Semoga logo baru ini, menurut Egi, menjadi pemacu spirit bagi keluarga Pentawira dalam berkreasi, dan sekaligus menegaskan kembali keberadaan Pentawira, yanga akan terus fokus pada kor bisnisnya, yaitu stand kontraktor. (Fatkhurrohim)

Oleh: fatkhurrohim | Oktober 11, 2008

Jakarta International Bakery Expo

Empuknya Industri Bakery Indonesia

Menjelang hari raya umat muslim dan kristiani, yakni lebaran dan natal, merupakan musim panen tahunan bagi kalangan pengusaha bakery Indonesia. Meski menjelang hari raya tersebut, harga sembilan bahan pokok makanan dan Bahan Bakar Minyak meningkat tajam. Akan tetapi, kenaikan tersebut sama sekali tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pangsa pasar bakery Indonesia. Justru, hal ini, ditengarai akan menjadi musim panennya para pengusaha bakery. Sebab menjelang hari raya tersebut, semua masyarakat membutuhkan roti sebagai penganan paling tepat dalam menjamu tamunya.

Ditemui saat press converence exhibition Jakarta International Bakery Expo (JIBEX), tanggal 19 – 23 Agustus, di Jakarta Internasional Expo, Thomas Dharmawan, Selaku Ketua Gabungan Asosiasi Perusahaan Makanan dan Minuman Indonesia (GAPPMI) mengatakan, bahwa bulan Ramadhan, lebaran, dan natal, biasanya kebutuhan pangan akan meningkat mencapai 20 – 25 persen, dibanding bulan-bulan sebelumnya. Grafik peningkatan ini, tidak terlepas dari permintaan pasar akan roti.

Ketua GAPPMI ini, berpendapat, bahwa industri bakery Indonesia mengalami banyak perubahan yang positif. Thomas melihat, harga pangan pada tahun ini mulai melandai. Selain itu, ia pun melihat bahwa ada beberapa inovasi-inovasi dalam industri ini. Thomas mencontohkan, inovasi tersebut ada pada produk substitusi seperti kasava, yang dicampur dengan tepung-tepungan. “Ini, merupakan pertanda baik, dimana telah terdapat inovasi baru di dunia tepung. Tepung sekarang sudah bisa dicampurkan dengan bahan lain, tanpa mengurangi kualitas rasa,” urai Thomas.

Sementara itu, Daud D. Salim selaku presiden direktur Kristamedia Pratama, sekaligus penyelenggara event jibex, di Hall D1, D2, JIExpo, Kemayoran, mengatakan, akan kegundahan hatinya terkait dengan industri Bakery Indonesia yang mulai di kepung oleh produk-produk dari luar negeri.

Daud khawatir, produk bakery Indonesia saat ini mulai dibanjiri oleh produk-produk roti dari luar negeri seperti Usa, dan Asia. Mereka melihat, kata Daud, bahwa Indonesia merupakan pangsa pasar yang besar dan empuk untuk industri bakery. Oleh karena itu, Kristamedia dan Asosiasi Bakery Indonesia mengadakan pameran Jibex. “Dengan adanya pameran bakery ini, kita ingin mengangkat wacana, bahwa profesi tukang roti itu hampir sama dengan designer busana. Pameran ini bersamaan dengan interfood untuk yang ke 8 kalinya, dan yang pertama kalinya bagi industri bakeri.

Inovasi Baru Industri Roti

Sementara itu, Ramelan Hidayat selaku Ketua Asosiasi Bakeri Indonesia (ABI) mengatakan, menghadapi situasi awal tahun 2008 lalu, seperti harga sembako, dan BBM yang terus meningkat, hingga krisis energi, ternyata turut mempengaruhi industri roti tranah air. Akan tetapi, para pelaku industri roti, tidak khawatir akan hal tersebut.

Jusrtu, para pengusaha roti, telah melakukan beberapa hal nyata dalam mengatasi krisis. Buktinya, ABI, dan pengusaha melakukan Inovasi dibidang terigu dan tepung-tepungan sebagai bahan utama pembuat roti. Hasil dari beberapa inovasi ini, terbukti mampu mengatasi masalah perekonomian saat itu.

Thomas dari GAPPMI menambahkan, sebenarnya industri pangan Indonesia itu pertumbuhannya terus meningkat. Buktinya, Indonesia dalam satu tahun rata-rata mengkonsumsi 1000 triliun rupiah untuk makan. Dan hanya 350 triliun, diolah oleh industri. Sisanya dijual, seperti di pasar dan ke restoran dan catering. “Angka-angka tersebut selalu tumbuh, rata-rata setiap tahunnya mencapai 10 persen,” ungkap Thomas.

Kemudian, lanjut Thomas, saat ini pemerintah membiayai suatu penelitian yang dikerjakan oleh Badan Pengembangan Produk Teknologi (BPPT) dan Institue Teknologi Bogor (IPB) guna menghasilkan suatu produk pangan yang yang sifatnya menyemai dari produk terigu. Penelitian yang dilakukan oleh BPPT dan IPB ini, bernama riset unggulan nasional (RUN).

Dalam penelitian tersebut, dihasilkan produk dengan nama modified cassava flor (tepung kasava yang dimodifikasi). Kini, hasil dari penelitian itu telah dipergunakan untuk membuat mie dan roti. “Research ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa ketergantungan industri roti Indonesia terhadap gandum, atau terigu. Dan pemerintah sendiri, ingin mendeversifikasi pangan,” urai Thomas.

Sementara itu, Yahya, penasihat ABI mengatakan, JIBEX ini bisa menjadi tolok ukur dalam hal perkembangan teknologi, dan ilmu, yang sedang berkembang di industri roti. Pasalnya, event ini merupakan tempat berkumpulnya para pengusaha bakery dari berbagai negara dan daerah. Dan yang tidak kalah penting, Jibex yang pertama kali ini, menampilkan kreasi produk unggulan dari para pengusaha roti lokal.

Jika event ini terus terjaga dan annual, menrut Yahya, akan menjadi shock therapi yang cukup efisien dalam membendung laju globalisasi usaha roti asing yang akan menjajah pangsa pasar lokal. (Farkhurrohim)

Older Posts »

Kategori