Oleh: fatkhurrohim | April 12, 2008

Exhibition: Energy and Mining Indonesia Series 2007

Agar Konsumsi Energi Kian Efisien

MENJELANG tutup tahun 2007, isu energi benar-benar menyedot perhatian masyarakat internasional. Harga minyak dunia dari US$ 80 per barrel kini melonjak menjadi US$ 93,94 per barrel dan kemungkinan masih terus melambung. Ini merupakan soal yang sungguh serius, terutama bagi negara berkembang seperti Indonesia. Sektor industri nasional harus melakukan efisiensi. Menteri Energi dan Pertambangan Purnomo Yusgiantoro menandaskan, jika harga minyak dunia naik maka harga komoditas pun akan terkena imbasnya.

exhibition.fatur.picKebutuhan minyak dalam negeri saat ini mencapai 1,4 juta barrel per hari. Mengingat hal ini, pemerintah menganjurkan untuk melakukan efisiensi. “Jika sampai dikurangi, implikasinya pembangunan ekonomi Indonesia akan terganggu. Sebab pembangunan ekonomi Indonesia sangat tergantung pada energi,” ungkap Purnomo dalam konferensi pers pameran Energy and Mining Indonesia Series di Jakarta International Expo, Kemayoran. Jadi, yang perlu dilakukan adalah bagaimana konsumsi energinya tetap, tapi pemborosannya dikurangi.

Bertepatan dengan isu energi yang tengah jadi buah bibir itu, PT Pamerindo untuk kesekian kalinya menggelar pameran business to business berskala internasional yang mengangkat tema energi dan pertambangan. Mengambil tajuk Energy and Mining Indonesia Series 2007, pameran berlangsung di Jakarta International Expo pada 31 Oktober sampai 3 November lalu.

Wiwiek Roberto, Senior Project Manager PT Pamerindo mengungkapkan, penyelenggaraan pameran ini berangkat dari realitas bahwa Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak dan tambang dunia, akan tetapi kekayaan sumber daya alam itu belum tereksplorasi maksimal. Melalui exhibition ini diharapkan Indonesia dapat mengetahui perkembangan mutakhir teknologi minyak, gas dan pertambangan dunia. Aspek lainnya adalah untuk membangkitkan gairah industri dalam negeri.

Berkelas dunia

Uniknya, Energy and Mining Indonesia Series tidak hanya menampilkan produk-produk untuk industri energi dan pertambangan. Masih ada pameran Electric Series serta Building and Construction Series. Karena saling terkait, semua exhibition yang semula dilakukan terpisah kini dipadukan dalam satu pameran, yaitu Energy and Mining Series. “Sebelum krisis moneter pada tahun 1997, Pamerindo menggelar exhibition ini secara terpisah dan mandiri. Baru pada tahun 2003 Pamerindo menyelenggarakan exhibition ini menjadi satu kesatuan,” jelas Wiwiek Roberto.

Memasuki penyelenggaraan ketiga sejak pameran dua tahunan ini disatukan, event ini selalu sukses. Penyelenggaraan kedua, tahun 2005, Pamerindo membukukan grafik peningkatan mulai dari exhibitor, visitor, buyer hingga luas venue yang dipakai. Data jumlah exhibitor tahun 2005 mencapai 1.100, sedangkan tahun 2007 meningkat menjadi 1.600 exhibitor atau naik 40 persen. Tingkat repeat exhibitor tahun 2007 mencapai 100 persen, dengan buyer potensial dari Jerman, Korea dan China. “Pada pameran selanjutnya kita kembali menargetkan kenaikan sebesar 50 persen lebih, untuk segala lini,” ujar Wiwiek.

Sukses ini tidak terlepas dari realitas geografis Inonesia yang di mata internasional merupakan negara penghasil minyak. Tidak salah jika beberapa negara asing menganggap Indonesia sebagai lahan investasi untuk mesin dan peralatan berat yang menunjang industri energi dan pertambangan. Ini terbukti dengan hadirnya beberapa pabrikan penghasil tekonologi canggih di bidang elektrika, energi dan pertambangan seperti Siemens, Hitachi, United Tractor, Schneider, Areva, Alstom, T&D, dll. Sebanyak 40 paviliun yang mewakili berbagai negara seperti Jerman, Australia, Korea, Cina, Kanada, Inggris, Italia, Polandia, Spanyol serta tidak kurang dari 1.600 exhibitor yang meramaikan pameran menjadikan perhelatan ini memiliki gengsi kelas dunia.

Efisiensi

Beberapa produk teknologi digital dan automatik terbaru dipamerkan pula dalam acara ini. Hadirnya teknologi-teknologi canggih ini merupakan jawaban atas upaya efisiensi energi yang memang kian terbatas kuotanya.

PT Siemens Indonesia, misalnya, menganggap Energy and Mining Series sebagai exhibition terpenting dalam dunia elektrika. Dalam pameran ini, PT Siemens Indonesia mengangkat tema Totally Integrated Energy Automation, yakni bagaimana mengintegrasikan teknologi baru dengan manajemen jaringan listrik sampai tingkat pemakai secara efisien, tanpa mengurangi kualitas energi yang diterima.

PT Siemens Indonesia juga memperkenalkan teknologi terbaru serta solusi yang mencakup teknologi informasi dan jaringan kontrol, stasiun otomasi, telekontrol dan relay keamanan, dan kualitas listrik. Hasil penerapan teknologi ini akan berdampak pada efisiensi biaya operasi dan perawatan. Seperenam total kapasitas energi yang terpasang di Indonesia atau sekitar 900 MW berasal dari Siemens Indonesia. Ini membuktikan bahwa Siemens Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk membangun infrastruktur energi di tanah air dan turut mendukung program energi sebesar 10.000 MW yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2008 mendatang.

Efisiensi di bidang pertambangan pun diperkenalkan oleh PT United Tractors (UT). Menurut Thomas H. Aslim, Manager Sales Promotion UT, tema UT pada pameran kali ini adalah Solution Driven Company. Fokus UT dalam exhibition ini adalah memberikan kesempatan kepada para mitra bisnisnya untuk berkonsultasi mengenai semua permasalahan dominan dalam proses produksi pertambangan. Tenaga ahli dari UT akan memberikan solusi saat itu juga.

UT antara lain memamerkan alat-alat berat dengan teknologi terkini, ramah lingkungan dan hemat biaya operasional. Salah satunya adalah Komatsu Hidraulic Excavator PC 2000-8. Komatsu jenis ini menghemat 10 persen bahan bakar, sedangkan dari sisi ekologi alat ini telah memenuhi regulasi Tier II di Amerika, Eropa dan Jepang. Produk lain dengan kelebihan yang sama dan baru diluncurkan Agustus 2007 silam adalah Truk Nissan Diesel CWB45A. Truk ini mengadopsi beberapa fitur layaknya mobil sekelas sedan, seperti AC, outdoor lock, power window, dan adjustable seat belt.

Alhasil, serangkaian panjang teknologi baru yang muncul dalam Energy and Mining Indonesia Series 2007 ini, dari sisi inovasi yang ditampilkan, sesungguhnya mengerucut pada topik efisiensi yang relevan dengan isu efisiensi energi yang merupakan salah satu tantangan terpenting dunia industri masa kini dan mendatang. [] FATKHURROHIM


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: