Oleh: fatkhurrohim | Mei 2, 2008

Dari Produsen Perkakas Industri Plastik

Indomaf 2008: Industrial Machinery Fair

Data yang diperoleh dari Asosiasi industri plastik dan olefin (Inaplas) per maret 2008 menunjukan, bahwa pertumbuhan kebutuhan industri plastik Indonesia mengalami grafik penurunan. Hal ini terkait dengan, melonjaknya harga minyak dunia, dan melemahnya daya beli kebutuhan akan plastik. Menurut Yoesof Santo, selaku Direktur Pengembangan dan Pelatihan dari Inaplas mengatakan, harga minyak dunia diprediksikan bisa menembus pada angka 130 US$ per barel.

Capaian angka tersebut, sangat berpengaruh pada pertumbuhan industri plastik Indonesia, terutama pada Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP). Seperti yang dilansir detik.com, pada bulan februari 2008 harga PE bergerak di angka US$ 1.800 per ton., kemudian pada bulan maret 2008 melonjak menjadi US$ 1.900 per ton. Sedangkan harga PP yang semula US$ 1.700, pada bulan maret 2008 merangkak menjadi US$ 1.800. Yoesof Santo menjelaskan, industri plastik Indonesia pada tahun 2007 hanya mampu mengolah 1 juta ton, dari total kebutuhan produksi pengolahan yang mencapai 2,5 juta ton. Sisa produksi pengolahan lainya, yang sebesar 1,5 juta ton diproduksi di luar negeri, alias di ekspor.

Santo menambahkan, sebenarnya tahun 2008, banyak perkembangan dan kebutuhan baru di ranah industri ini. Kebutuhan baru tersebut seperti yang terjadi disektor agraria dan otomotif. Disektor Agraria, plastik digunakan untuk packaging beras, sedangkan di otomotif plastik difungsikan untuk pembuatan komponen. Perkembagan industri plastik yang kini menjadi tren di Indonesia adalah Geotextile. Geotextile adalah bahan tekstile yang terbuat dari polyprofilene (PP), polyester (PET) yang biasa digunakan untuk perkuatan, stabilisasi, drainasi jalan serta untuk perkuatan lereng, dan penanggulangan abrasi pantai.

Terkait dengan hal industri plastik, terutama dibidang mesin produksinya, PT. Mass Komunikasi akan menggelar event yang ke tujuh bertajuk Indonesia International Industrial Machinery Fair (Indomaf). Event tahunan internasional yang ke 7 ini, akan berlangsung pada tanggal 14-17 Mei 2008 di hall B dan B1, Jakarta Internasional Expo (Jiexpo), dan menampilkan teknologi dan inovasi mesin terkini dengan standar internasional.

Exhibtion yang diprakarsai oleh Paper Communication Exhibition Services dari Hongkong dan Shenzhen Esmass Exhibition ini, akan mengetengahkan produk-produk mesin olahan untuk industri plastik, rubber-plastic, packaging, food processing, printing-labelling dan sign and digittal printing. Adapun beberapa negara produsen yang hadir pada event ini adalah Cina, Taiwan, Hongkong, Malaysia, Singapura, Thailand, Jerman, India, Jepang dan Indonesia.

Event yang dilaksanakan oleh PT.Mass Komunikasi ini, didukung oleh Kementrian Perdagangan dan Industri RI, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Federasi Packaging Indonesia, Taiwan Food & Pharmacy Mechinery Manufature’s Asso, Taiwan Mold & Die Industri Association, Taiwan Plastic Industry Asociation dan Asperapi.

Diharapkan, pameran mesin ini, dapat mengakomodasi kebutuhan mesin para pelaku bisnis packaging dan printing di Indonesia. Pasalnya, para produsen mesin yang mayoritas dari Asia ini, terkenal dengan kualitas dan harganya yang kompetitif. Selain itu, negara Indonesia pun memiliki pangsa pasar yang kian meningkat dalam hal packaging dan printing. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: