Oleh: fatkhurrohim | Mei 2, 2008

E O: Wahana KemalaNiaga

Hasil Belajar Pengalaman Dari Dusseldorf

Jerman yang menjadi kiblatnya dunia Exhibition berkelas international, memberikan pengalaman bisnis bagi Sofianto Halim General Manager PT. Wahana Kemalaniaga (wakeni) dalam mengibarkan bendera bisnis Exhibtion Organizer untuk bidang teknologi mesin berat khusus packaging, plastik, makanan dan percetakan. berskala internasional di tanah air. Semenjak berdiri pada tahun 1991, Wakeni, tidak langsung mengibarkan bendera bisnisnya, baru pada tahun 2004, wakeni menyelenggarakan event pertama dengan nama Jakarta Internasional Plastick and Packagaing Show.

Keputusan untuk mengibarkan bendera pada tahun 2004, bukan diartikan sebagai langkah yang terlambat. Justru keputusan itu untuk mempersiapkan segala kebutuhan seperti sumber daya manusianya dan networking yang didapat dari dussel dorft tersebut, sehingga wakeni hanya menentukan kemasannya. Dijelaskan oleh Sofianto Halim, bahwa Wakeni mengenal industri ini bukan sebagai hal yang baru.

Wakeni oleh Mese Dusseldorft dipercaya untuk menangani promosi event seperti International Trade Fair Plastic and Ruber (K), World Market Print Media, Publishing and Converting (Drupa), dan Process and Packaging (Interpack), untuk negara Indonesia. “Wakeni bertanggung jawab atas pameran tersebut yang akan dilaksanakan di duseldorft, dari segi promosi, exhibitor, dan visitor yang berasal dari Indonesia. Dan hingga saat ini ketiga pameran tersebut masih menjadi kiblatnya dunia,” ungkap Sofianto.

Data aktual yang diperoleh Wakeni menunjukan, bahwa Gross Domestick Product pada tahun 2007 tumbuh berkisar 6.3 persen dan angka ini diperkirakan akan berkembang menjadi 6.5 persen pada tahun 2008. Bila mengacu pada pertumbuhan ekonomi yang ada, artinya Indonesia memiliki pasar potensial untuk mengembangkan sebuah industri yang bergerak dibidang packaging dan printing. Belum lagi bila dilihat dari Jumlah populasi penduduk Indonesia yang mencapai 220 juta orang, dan tumbuhnya perkembangan industri pangan di Indonesia semakin memperkuat Wakeni untuk menyelenggarakan event seperti yang dipromosikannya di Dussel Dorft.

Sebagai bukti analisa bisnisnya, ketika Jakarta Internasional Plastick and Packagaing Show (JIPPS)digelar, menjadi sebuah embrio untuk melahirkan event-event besar yang memiliki keterkaitan antara satu industri dengan industri yang lainnya. Sukses dengan JIP PS di tahun 2004, setahun kemudian Wakeni mengubah nama JIPPS dengan nama baru yaitu Indoplas. Pada tahun 2005 JIPPS direbranding menjadi nama Indoplas. Dan JIPPS ini adalah embrio bagi event-event seperti seperti Indopack, Indofoodtec, dan Indoprint. Ini artinya, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat membutuhkan hadirnya suatu industri kemasan. Dan Indonesia masih memiliki potensi pasar yang besar.

Merambah ke Daerah

Sukses menggarap exhibition bertaraf international di Jakarta, Wakeni berusaha menembus pasar daerah. Selain Jakarta, Wakeni melihat ada celah bisnis besar untuk menggarap potensi yang ada di daerah. Provinsi Jawa Tengah diyakini oleh Wakeni memiliki potensi besar untuk mengembangkan jalur industri percetakan dan Packaging. Oleh karena potensi pasar yang potensial itu, Wakeni berusaha menggarap pangsa pasar ini dengan branding baru yaitu Prin2Pack Expo. Brand Prin2Pack Expo sengaja dikemas oleh Wakeni untuk menyasar kelas ekonomi menengah, yang memfokuskan pada bidang mesin percetakan dan kemasan.

Untuk pertama kalinya, Print2Pack digelar di Semarang pada tahun 2007. Venue Pekan Raya dan Promosi Pembangunan yang terletak di jantung Kota Semarang ini, menjadi bukti bahwa Print2Pack Expo mampu meraup nilai transaksi sebesar Rp. 200 miliar dari 37 exhibitor dengan luas 2.300m2. “Print2Pack Expo adalah double branding dari Wakeni setelah Indoprint. Kalau Indoprint itu bertaraf internasional, sedangkan Print 2Pack untuk sekala nasional. Tahun 2007 kemarin Print2Pack berlangsung di Semarang, dan tahun 2008 ini akan digelar di Surabaya dengan menempati venue di Gramedia Expo,” terang Sofianto.

Keputusan Prin2Pack Expo untuk digelar di Semarang, memang sangat logis. Sebab Semarang merupakan simpul dari kota yang tengah giat mengembangkan industri grafika dan produk kemasan seperti Solo, dan Yogyakarta. “Provinsi Jawa Tengah seperti Solo kan terkenal dengan kota grafika. Dan Semarang dapat mengcoverage daerah kota besar lain seperti Solo, dan Yogyakarta. Toh jarak tempuhnyapun hanya sekitar 3 jam bila menggunakan kendaraan pribadi,” Tamabahnya.

Melihat gairah pasar yang terjadi di daerah seperti di Semarang, Wakeni kembali akan menggelar Print2Pack Expo di Surabya, sebagai pintu gerbangnya industri percetakan dan kemasan untuk wilayah Indonesia timur. Print2Pack Expo di Surabaya akan digelar pada tanggal 16 – 19 Juli 2008. Bukan mustahil, Print2Pack yang kedua ini akan sukses seperti di Semarang. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: