Oleh: fatkhurrohim | Mei 3, 2008

Exhibition: Inacraft “The Biggest And The Most Complete Exhibition of Gift and Housewares

Inacraft dalam Satu Dasawarsa

Pesta akbar dunia kerajinan terbesar di Asia Tenggara itu bernama The Jakarta International Handicraft Trade Fair, atau mahfumnya di Indonesia itu Inacraft. Dalam medio awal terbentuknya Inacraft pada tahun 1999, animo masyarakat dan pengusaha bidang kerajinan saat itu kurang antusias menghadapi event tersebut. Setelah lima periode berlalu, Inacraft benar-benar menjadi suatu rujukan bagi para pecinta kerajinan diseluruh tanah air hingga manca negara, bahkan diklaim sebagai exhibition handicraft terbesar di Asia Tenggara.

Pada tahun 1996, digelar sebuah even yang bernama Islamic Trade Show (ITS). Event ITS ini merupakan hasil rangkaian dari pertemuan 32 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), yang kelak akan menjadi embrio dari sebuah event yang bernama Inacraft. Namun sapa nyana, dari event ITS ini, produk-produk kerajinan nusantara yang terlihat sangat menonjol saat itu, ternyata menarik minat para buyers mancanegara yang menjadi anggota OKI.

Kemudian pada tahun 1999, Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi), mulai mengibarkan bendera untuk melaksanakan sebuah exhibition yang secara khusus menggarap produk kerajinan dari seluruh tanah air. Asephi dan Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN), merancang sebuah nama yang mewakili sebuah exhibition yang bertaraf international. Maka, dipilihlah nama Jakarta International Handicraft Trade Fair, atau biasa disebut dengan Inacraft.

Awal penyelenggaraan Incraft tahun 1999, exhibitor yang turut andil saat itu sebanyak 102 peserta, dari 300 total exhibitor yang diajak bergabung oleh Asephi saat itu. Untuk menampung 102 exhibitor yang memakan total luas area sebesar 4.000 meter persegi, dipilihlah Gedung Bidakara sebagai venue representatif untuk menghelat event perdana Asephi ini.

Satu Dasa Warsa

Tepat pada tanggal 23-27 April 2008, The Jakarta International Handicraft Fair itu, telah berusia satu dasa warsa. Satu dasa warsa, bagi Aspehi memiliki arti yang penting. Terlebih lagi, semenjak Inacraft digelar dan dilaksanakan oleh PT. Mediatama Binakreasi, exhibitor selalu bertambah. Untuk tahun 2007-2008, waitinglist untuk exhibitor mencapai 100-125 peserta.

Nurhadi, Direktur PT. Mediatama mengatakan, setiap tahunnya pelaksanaan Inacraft selalu meningkat. Inacraft tahun 2008 ini, target pertumbuhan akan mencapai sekitar 20 persen. Kalau tahun 2007, nilai transaksi sekitar 67 Milyar, maka inacraft sekarang ini akan menargetkan nilai transaksi sekitar 75 Milyar. Dari segi visistor, tahun 2007 mencapai 80.000 tahun 2008 menargetkan 100.000. “Memang selama ini, banyak masukan dari beberapa rekan-rekan. Bahwa Inacraft sekarang tak ubahnya seperti pasar pasar retail. Komentar seperti itu saya maklumi. Karena apa, peserta itu sendiri yang menghendaki kalau Inacraft lebih ke arah bisnis,” tuturnya.

Bagi Ketua umum Asephi, Rudi Lengkong, satu dasa warsa Inacraft memiliki arti yang penting dalam membenahi dan menyongsong Inacraft kearah yang lebih baik. Rudi, menjelaskan, satu dasa warsa penyelenggaraan Inacraft banyak sekali mimpi-mimpi yang belum tercapai. Beberapa mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan oleh Asephi adalah, ingin mengangkat seluruh produsen kerajinan Indonesia mendapat kue ekspor ke beberapa negara, dan ingin memberikan pembelajaran tentang tatacara dan proses ekspor yang elegan secara intens.

Dalam satu dasa warsa ini, Rudi pun ingin menyampaikan, bahwa sebaiknya para produsen kerajinan Indonesia itu memperbaiki kemampuan belajar bahasa asing, membaca arah kemauan pangsa pasar ekspor, design produk dan memberikan service terbaik dalam hal negosiasi ke para buyers. “Para produsen kita itu masih dirasa sangat minim. Dalam artian penguasaan bahasa asing, dan minim mengenai teknik negosiasi. Ini, sangat berbeda dengan negara-negara asia yang lain, seperti Thailand, China dll. Meski demikian, Saya sangat yakin akan kemampuan para perajin kita untuk memgejar ketertinggalan itu,” tambah Rudi.

Design Produk Terbaik

Menjadi yang terbaik dalam event Inacraft ini, ketika penyelenggara memberikan penghargaan kepada para insan kreatif dibidang design produk kerajinan, dengan nama Inacraft Award. Tujuan penghargaan ini, tidak lain agar dapat memacu daya kreativitas dan inovasi para produsen kerajinan Indonesia. Pasalnya, setiap pemenang dari Inacraft Award ini, produk design kerajinannya akan di ikutsertakan ke tingkat internasional.

Prieyo Pratomo, HDII dari Pusat Design Nasional dan salah satu tim juri pada acara Inacraft Award menuturkan, bahwa para peserta Inacraft yang menjadi anggota Aspehi telah mampu menunjukan design visual produk kerajinan yang kreatif dan inovatif. Walau secara general, untuk mengukur kualitas design tidak hanya menampilkan segi visual saja.

Banyak faktor yang terkait didalam penciptaan suatu design produk, apa lagi dibidang kerajinan. setidaknya ada tiga hal yang membedakan bagaimana suatu proses design produk itu tercipta secara apik. Dan, kunci dari semua itu terletak pada kemampuan financial dan mental designernya.

Pada tingkat paling tinggi kemampuan finansialnya, pasti akan menghasilkan produk design yang bagus. Pasalnya, mereka tidak akan sungkan, mengeluarkan dana besar hanya untuk research. “Kalangan ekonomi atas sangat sadar akan arti penting design suatu produk. Makanya mereka tidak akan rugi mengeluarkan uang banyak hanya untuk sebuah research, karena nantinya harga produknya pun akan sangat tinggi,” imbuh Prieyo.

Berbeda dengan kalangan strata ekonomi mengengah, yang sebenarnya juga tahu pentingnya suatu design produk. Akan tetapi mereka terbatas oleh kemampuan finansialnya. Semakin jauh lagi, datangnya dari kalangan yang murni Usaha Kecil Menengah (UKM). Mereka tidak sadar akan design produk dan tidak mampu pula secara financial.

Maka, dengan adanya pameran Inacraft ini, sangat penting artinya bagi para pelaku industri kerajinan. Sebab disinilah ajang kreativitas produk kerajinan itu tercipta, dan bisa menjadi sebuah barometer bagi para produsen kerajinan. Apakah benar produk perajin Indonesia itu memang layak memiliki nilai jual. Asephi selaku penyelenggara, sangat menginginkan meski melalui produk kerajinan, harkat dan martabatnya dapat terangkat ke permukaan atau paling tidak dapat meninkmati kesejahteraan hidup secara perekonomiannya. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: