Oleh: fatkhurrohim | Juli 12, 2008

Carroline: “Lebih Senang Karena Part Timenya”

Stand Guide adalah salah satu profesi yang memiliki peranan penting dalam ranah industri Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE), terutama untuk meeting dan exhibition. Namun keberadaannya Stand Guide selama ini hanya dinilai sebatas pemanis saja suatu event. Padahal bisa dibayangkan, apa jadinya, bila suatu event tanpa kehadiran tenaga ahli komunikasi persuasive ini. Sudah barang tentu pesan komunikasi tidak akan tercapai secara sempurna, dan berimplikasi kepada nilai penjualan.

Carroline, lajang berusia 24 tahun menilai, kehadiran Stand Guide sangat penting untuk mencapai suatu titik klimaks penjualan suatu produk. Untuk mencapai tujuan tersebut, sudah barang tentu perusahaan menerapkan kriteria-kriteria khusus untuk menjadi Stand Guide. Kriteria ini pun semakin diperjelas lagi dengan kebutuhan dan tema suatu event. Setidaknya ada tiga klasifikasi umum untuk menjelaskan secara detail, mengenai peranan dan fungsi Stand Guide dalam menunjang goal bagi suatu perusahaan.

Lebih jauh lagi Carroline mengatakan, biasanya Stand Guide itu ada yang menjalankan peranan untuk menyebarkan alat promosi seperti flayer, leaflet dan poster. Kemudian ada juga yang berfungsi hanya mendiskripsikan suatu produk atau jasa. Dan yang terakhir itu adalah Stand Guide yang memiliki kemampuan persuasif untuk menjual produknya. Kalau ini Sudah ini teridentifikasi, maka kriteria yang ditetapkan oleh perusahaan semakin mudah.

Misalnya untuk event otomotif perusahaan-perusahaan besar pasti akan merekrut para Stand Guide yang bentuk fisiknya dapat mengkonstruksi citra cantik dan seksi. Sedangkan untuk event seperti Teknologi Informasi (TI), perusahaan lebih cenderung memadukan antara aura kecantikan dan kecerdasan. “Untuk event seperti otomotif udah pasti yang dibutuhkan adalah Stand Guide yang cantik-cantik. Karena penjualan bukan prioritas utamanya,” terang Carroline, yang mengawali karir stand guide pada event Gaikindo.

Menurut Carroline yang memiliki side job sebagai designer ini, mengaku tertarik dengan profesi Stand Guide karena fee dan waktu kerja yang tidak terikat. “Fee standar seorang Stand Guide adalah Rp. 150.000 per shift, dengan rentang waktu 6 jam. Ini pun masih tergantung dengan eventnya. Kalau event seperti TI dan otomotif bisa mencapai Rp. 250.000 – 300.000 per shift,” tambah Carroline dengan senyum manisnya.

Dari pengalaman pribadi selama 6 tahun menjalani profesi Stand Guide menuturkan, latar belakang pendidikan tidak begitu dominan, meski alangkah lebih baik jika kecantikan dan kecerdasan dapat seiring sejalan. Carroline yang kerap menjadi langganan Stand Guide produk elektronik ASUS pun, tidak menampik ada godaan-godan dari para calon konsumennya seperti merayu atau meminta nomer handphone. “Akan tetapi godaan tersebut saya ditampik dengan nada yang sopan, agar tidak mengecewakan calon konsumennya,” terang Carroline bangga. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: