Oleh: fatkhurrohim | Oktober 11, 2008

Afternoon Tea & Buka Bersama Asperapi

JCC Peringatkan Para Kontraktor Agar Memperhatikan Kaidah Keamanan

Seperti setiap kali acara Afternoon Tea di gelar, Asperapi selaku penyelenggara acara dapat menyajikan acara yang memberikan pencerahan kepada para pelaku Exhibition Organizer bagi anggotanya. Acara yang digelar di Merak Room Lower Lobby Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), 24 September 2008, melontarkan isu tentang aspek keamanan saat membangun stand dan pemasangan instalasi listrik, di suatu venue.

Andi Suhendro, selaku Exhibition Director JCC, dan menjadi pemateri, memaparkan tentang kebijakan baru yang diberlakukan oleh JCC. Andi, mengatakan, selama beberapa tahun belakangan ini, banyak terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh para stand kontraktor, yang pada akhirnya sangat merugikan pihak venue owner.

Selain itu, pihak kontraktor pun pun sering mengabaikan aspek keamanan bagi pekerjanya. Padahal, ini bisa membahayakan semua pihak, mulai dari kontraktor, organizer, dan venue owner itu sendiri. “Saya cuma ingin mengingatkan kembali, kepada rekan-rekan kontraktor dan organizer, untuk memperhatikan hal ini. Sebab, ini adalah ladang bisnis kita yang harus dijaga. Kalau sampai ladang kita rusak, maka kita sendiri yang akan terkena imbasnya,” terang Andi.

Andi kembali menambahkan, meski tidak banyak terjadi pelanggaran saat pemasangan both atau stand, nyatanya hal ini, sangat merepotkan pihak venue owner. Dijelaskan Andi, perilaku yang mengabaikan aspek keamanan dan merugikan ini, biasanya dilakukan para kontraktor “comotan”. Oleh karena itu, kata Andi, pihak venue owner seperti JCC akan menindak tegas, bahkan akan memberi label black list bagi para stand kontraktor yang tidak mengindahkan aturan yang ada di venue JCC.

Dari data yang diperoleh JCC, sedikitnya ada sekitar 25 % para kontraktor “comotan” yang melakukan pelanggaran. Dan, daftar para kontraktor bermasalah itu, telah ada di kantung JCC. Jadi, jika organizer memakai kontraktor tersebut, kami mempunyai hak untuk menolaknya.

Sementara itu, Ernst Karel remboen, selaku Sekertaris Jenderal Asperapi sangat terkejut melihat data dan fakta yang di paparkan oleh JCC. Ini akan menjadi perhatian serius bagi Asperapi. Sebagai wadah para pelaku industri pameran, Asperapi berjanji, akan kembali memberikan pelatihan secara intensif kepada para anggotanya.

“Ini menjadi perhatian khusus kita di Asperapi. Saya berharap, Asperapi akan semakin sering memberikan workshop atau pelatihan tentang aspek keamanan, sewaktu akan membangun both atau stand,” ucap Ernst.

Sedangkan bagi Herman Wiriadipoera, perilaku seperti ini, tentu sangat mencoreng industri pameran Indonesia. Industri exhibition kita, kata Herman, masih dalam sorotan dunia luar dalam hal perkembangannya. Makanya, jika aspek seperti keamanan tidak segera dibenahi, yang akan rugi bukan hanya pelaku industri ini saja. Tetapi bangsa ini.

Oleh karena itu, kata pelaku senior di industri pameran sekaligus owner dari Napindo Media Ashatama memberikan solusi, agar para organizer membuat agreement atau perjanjian kepada stand kontraktor agar memperhatikan aspek-aspek tersebut didalamnya. Hal ini dianggap penting, untuk meminimalisir kejadian yang akan merugikan pihak venue owner. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: