Oleh: fatkhurrohim | Oktober 11, 2008

Four in-One Mega Show, Bangkitnya Gairah Industri Packaging dan Plastik Indonesia

Event Four in-One Mega Show, merupakan perpaduan empat event dalam satu venue, perpaduan event itu pameran industri plastik (Indoplas), teknologi industri pengemasan (Indofoodtec), industri kemasan (Indopack), industri percetakan, (Indprint). Pameran yang diselenggarakan pada tanggal 6 – 9 Agustus 2008, di Jakarta International Expo (JIExpo) di Hal A, B dan D ini, diikuti 413 exhibitor, dari 18 negara, seperti Indonesia, Thailand, China, Taiwan, Hongkong, Jepang, Korea, India, Australia, Jerman, Inggris, Austria, dll.

Event yang ke kali limanya ini, menurut Rini Sumardi, Presiden Direktur Wahana Kemalaniaga Makmur ini, mencatat pengunjung kurang lebih mencapai 30 ribu visitor dan transaksi yang mencapai angka Rp 36 milyar. Four in-One Mega Show ini, mempertemukan dan memberikan kesempatan kepada para investor dari dalam dan luar negeri, untuk bekerjasama dalam mengembangkan bisnis mereka di Indonesia melalui kerjasama bisnis, pertukaran informasi dan teknologi terkini.

Event ini yang menempati area seluas 12.500m2 ini, dikemas dalam konsep yang unik. Dimana, Indopack dirancang dengan menampilkan industri pengemasan dari berbagai industri. Hal ini, dapat dilihat dari desain area pameran yang terintegrasi oleh jalur industri kemasan dalam tiap sektor pamer percetakan, plastik, hingga teknologi pangan.

Indofoodtec Tampilkan Inovasi Baru

Dalam event Four in-One Mega Show tahun 2008 ini, ada hal yang terbaru. Hal ini diperkenalkannya teknologi cold shain pavilion dalam teknologi industri kemasan. Menurut Hasan Yasi, Direktur Aosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Konsep rantai pendingin adalah alat pengatur suhu suatu produk, agar aman di konsumsi.

Hal ini, menurut Hasan Yasi, sesuai dengan apa yang direkomendasikan oleh beberapa negara-negara importir, seperti di USA, dan Eropa. Sebab, mereka khawatir beberapa zat kimia, seperti formalin yang membekas pada suatu produk tersebut.

“Asosiasi kami, saat ini sedang membangun dan mengembangkan proyek. Diantaranya, proyek seafood trade koridor. Proyek ini, bertujuan untuk mengangkat citra produk perikanan Indonesia di mata dunia internasional. Karena produk Indonesia diklaim kurang memenuhi persyaratan internasioanl,” ungkap, Hasan.

Dalam hal ini, ARPI bekerjasama dengan pemerintah, untuk memperhatikan bagaimana pentingnya safety food, dan teknologi packaging dalam menunjang harga di pasar. Dan Indonesia saat ini, menurut Hasan, packaging, labeling, dan printing nya, kurang memadahi. “Hal ini ditandai dengan, adanya beberapa kali penolakan produk seafood Indonesia dari Eropa. Oleh karena itu, pemerintah ingin membuat semacam konsultan untuk menangani permasalahan ini,” urai Hasan.

Indonesia, kata Hasan, kalah dengan beberapa negara lain seperti Pakistan dan Vietnam. Kedua negara tersebut telah mampu mengekspor produknya, sebesar 10 persen ke pasar uni eropa. “Jadi Indonesia sangat tertinggal secara manufaktur dengan negara-negara lain,” tandas Hasan.

Industri Plastik Tumbuh Signifikan

Sementara itu, diranah industri plastik, Budi Suranto Sadiman, sekertaris jenderal, Asosiasi Plastik Indonesia (INAPLAS), mengatakan, industri plastik Indonesia tumbuh sekitar 3%. Walaupun, dilanda beberapa kenaikan harga bahan baku plastik yang mencapai 1800 US Dolar per ton. Kemudian, harga minyak bumi yang mencapai 120 US Dolar per barel.

Melonjaknya beberapa harga pokok tersebut, justru mengakibatkan pertumbuhan plastik malah naik menjadi 5%. Hal ini, menurut Budi, ditengarai dengan naiknya pertumbuhan konsumsi plastik di Indonesia, seperti industri makanan yang semakin berkembang dengan tingkat pertumbuhan sekitar 10%. Belum lagi, bila dikalkulasi dengan kebutuhan plastik pada saat panen raya dan kemasan yang dibutuhkan pada industri pupuk tanah air. “Panen raya dan industri pupuk, diperkirakan turut menambahkan prosentase pertumbuhan kebutuhan kantong plastik yang mencapai kisaran 10-20 %,” tegas Budi.

Sekertaris jenderal inaplas, menegaskan, pertumbuhan industri plastik dalam 3 – 4 bulan pertama, mencapai lebih dari tiga persen. Dan, diperkirakan pada triwulan kedua, bisa meningkat mencapai 6 persen per tahun. (Fatkhurrohim)


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: